Skip to main content

Pengertian Perpangkatan Bilangan

Pada waktu duduk di bangku sekolah dasar, Anda sudah mempelajari tentang pengertian kuadrat suatu bilangan. Di tingkat SMP atau MTs Anda kembali mempelajari tentang bilangan berpangkat. Coba Anda ingat-ingat kembali materi tentang kuadrat suatu bilangan!
Kuadrat atau istilah lainnya pangkat dua. Kuadrat atau pangkat dua suatu bilangan adalah mengalikan suatu bilangan dengan bilangan itu sendiri. Selain mempelajari tentang kuadrat atau pangkat dua, di bangku SMP atau MTs Anda akan mempelajari tentang perpangkatan. Perpangkatan suatu bilangan artinya perkalian berulang dengan bilangan yang sama. Untuk memantapkan pemahaman Anda mengenai pengertian perpangkatan silahkan perhatikan perpangkatan dengan bilangan pokok 3 berikut ini:
=> 31 = 3
=> 32 = 3 × 3 (32 dibaca 3 kuadrat atau 3 pangkat 3) = 9
=> 33 = 3 × 3 × 3 (33 dibaca 3 pangkat 3) = 27
=> 3n = 3 × 3 × . .× 3 (2n dibaca 2 pangkat n), dalam hal ini banyaknya bilngan 3 ada sebanyak n
 
Pengertian Perpangkatan Bilangan
Perpangkatan bilangan pokok 4 atau kuadrat 4
Berdasarkan contoh di atas maka secara umum dapat disimpulkan bahwa “untuk sebarang bilangan bulat p dan bilangan bulat positif n, akan berlaku:
Pn = p × p × . .× p
Dimana p ada sebanyak n faktor, p disebut bilangan pokok dan n disebut pangkat (eksponen).
Untuk lebih lengkapnya tentang perpangkatan, nanti di kelas IX, Anda akan mempelajari lebih jauh tentang perpangkatan bilangan bulat dengan pangkat positif, negatif, dan nol.
Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang perpangkatan, silahkan simak contoh soal di bawah ini.
Contoh Soal 1
Tentukan hasil perpangkatan bilangan-bilangan berikut ini.
a. 72
b. (–5)3
c. – 34
d. (–4)4
Penyelesaian:
a. 72 = 7 × 7 = 49
b. (–5)3 = (–5) × (–5) × (–5) = –125
c. – 34 = – (3 × 3 × 3 × 3) =  – 81
d. (–4)4 = (–4) × (–4) × (–4) × (–4) = 256
Contoh Soal 2
Tentukan hasil perpangkatan bilangan-bilangan berikut ini.
a. 92  = 9 × 9 = 81
b. 113 = 11 × 11 × 11 = 1331
c. –63 = –(6 × 6 × 6) = 216
d. (–13)2 = (–13) × (–13) = 169
e. (–4)3 = (–4) × (–4) × (–4) = – 64
Untuk melatih pemahaman Anda silahkan jawab soal di bawah ini.
Soal Latihan
Tentukan hasil perpangkatan bilangan-bilangan berikut ini.
a. 122
b. (–15)3
c. – 153
d. (–5)4

Demikian postingan Buku Online tentang pengertian perpangkatan bilangan dan contoh soalnya juga. Mohon maaf jika ada kata atau perhitungan dalam postingan di atas. Salam Buku Online

Comments

Popular posts from this blog

Cara Menentukan FPB dan KPK Dengan Pohon Faktor

Pada dasarnya mencari faktor persekutuan terbesar (FPB) dan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dengan pohon faktor hampir sama seperti mencari FPB dan KPK dengan faktorisasi prima , karena dari pohon faktor ini akan menghasilkan fakorisasi prima suatu bilangan bulat.  Sebelum membahas cara mencari FPB dan KPK dengan pohon faktor, alangkah baiknya Anda paham terlebih dahulu apa pengertian pohon faktor. Pohon faktor adalah pohon yang tumbuh ke bawah dengan menggunakan perkalian yang menggunakan bilangan prima. Berikut contoh gambar pohon faktor dari bilangan 105. Perhatikan gambar di atas! Cara membuat pohon faktor adalah sebagai berikut. Pertama , tentukan bilangan apa yang akan dicari faktorisasi primanya, misalnya bilangan 105 seperti pada gambar di atas. Kedua , bagi bilangan 105 dengan bilangan prima terkecil yang mungkin bisa dilakukan. Bilangan prima terkecil yang bisa membagi bilangan 105 adalah 3. Tulis bilangan...

Penerapan Bilangan Bulat Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Banyak sekali penerapan bilangan bulat dalam kehidupan sehari misalnya pada disiplin ilmu fisika, bidang kedokteran, pendidikan maupun bidang ekonomi. Pada postingan ini kita hanya membahas penerapan bilangan bulat pada termometer , pada saat ujian penerimaan mahasiswa baru dan kedalaman suatu permukaan di bumi. Penerapan pada Termometer Pernahkah Anda memperhatikan termometer ? Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu suatu zat. Pada pengukuran menggunakan termometer, untuk menyatakan suhu di bawah 0° C digunakan tanda negatif. Selama bulan Januari suhu tertinggi di kota Berlin, Jerman 2° C di atas titik beku (0° C) dan suhu terendah 3° C di bawah titik beku. Bilangan apakah yang digunakan untuk kondisi cuaca seperti di kota Berlin? Cukupkah bilangan asli atau bilangan cacah untuk menyatakan kondisi suhu tersebut? Perhatikanlah uraian berikut ini. Untuk suhu 2° C di atas titik beku (0° C) biasa ditulis +2° C atau 2° C, sedangkan untuk suhu 3° C di baw...

Oprasi Perkalian Pada Bilangan Pecahan

Pada operasi perkalian pecahan kita tidak perlu lagi menyamakan penyebut seperti pada penjumlahan dan pengurangan pada pecahan. Kita hanya mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut. Untuk membuktikan hal tersebut silahkan perhatikan uraian berikut. Sekarang kita akan mengalikan 3/4 dengan 4/5. Perhatikan gambar di bawah ini. Pada gambar di atas pada bagian baris (horizontal), daerah yang di arsir merupakan bentuk pecahan ¾. Sedangkan pada bagian kolom (vertikal), daerah yang diarsir merupakan bentuk pecahan 4/5. Jika dikalikan maka hasilnya: Sekarang perhatikan kembali gambar kotak-kotak di atas, terdiri dari 20 kotak dan kotak yang diarsir ada 12 maka bentuk pecahannya menjadi 12/20 atau jika dijadika lebih sederhana maka 12/20 = 3/5 atau: Jika bentuk pecahannya berupa pecahan campuran maka ubahlah  pecahan campuran menjadi pecahan biasa . Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang operasi perkalian pada pecahan, silahkan sim...